Harga PSK di Kuningan Lebih Mahal

KUNINGAN (MASS) – Suka tidak suka bertambahnya jumlah penderita HIV dan AIDS di Kuningan karena semakin banyaknya jumlah PSK yang beroperasi di kota kuda. Meski tidak ada lokalisasi tapi ada di lima  kecamatan yang dianggap rentan adanya transaksi.

Lima kecamatan itu adalah Kuningan, Ciawigebang, Kalimanggis, Cilimus dan Darma. Dari data yang kuninganmass.com himpun ternyata ada fakta menarik bahwa harga PSK di Kuningan cukup mahal untuk ukuran harga kota kecil.

“Jangan salah harga PSK di Kuningan lebih mahal. Sebagai contoh pasaran di kota lain Rp300 ribu di Kuningan Rp500 ribu. Itu short time dan belum sewa tempat dan lain-lain,” ujar Asep Papay salah seorang Warga Peduli AIDS kepada kuninganmass.com, Rabu (26/9/2018).

Asep yang dulu dikenal aktif di Komisi Penanggulangan AIDS Kuningan mengatakan, mengenai PSK di Kuningan bukan hanya warga lokal, tapi juga warga luar yang mungkin terusir dari tempat lama.

“Ketika ditempat lama pasaran Rp300 Ribu, maka ketika masuk Kuningan mereka naikan harga, maka banyak pelanggan yang mengeluh bahwa harga PSK lebih mahal,” ujarnya.

Diterangkan, di Kuningan sendiri harga tarif PSK memang bervariatif sesuai dengan jenjang umur. Mengenai tempat transaksi saat ini tidak selalu di hotel, tapi banyak di kosan, rumah dan mereka biasanya hanya menambah biaya tambahan Rp50 ribu-Rp100 ribu.

Staf Logistik KPA Kuningan Denih Sukmana menambahan, di kota kuda sekarang tidak ada istilah germo atau mamah. Situasi ini berbeda dengan lima tahun kebelakang.

“Kecanggihan teknologi dan banyaknya medsos membuat mereka berjalan sendiri. Saat ini PSK banyak tidak mangkal di jalanan seperti dulu tapi menjual diri melalui medsos,” jelasnya.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com