Guru Dorong Keterampilan Literasi Siswa

CIREBON (Mass) – Demi meningkatkan kecerdasan siswa, sejumlah guru mulai menerapkan konsep pembelajaran modern salah satunya yakni dengan mendorong keterampilan literasi siswa. Konsep tersebut didapat dari pelatihan yang digelar badan pembangunan internasional USAID, dalam rangka implementasi program Prioritas (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunity for Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) di Hotel Swiss-Bel Cirebon.

Pelatihan atas kerjasama USAID Prioritas dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat itu, diikuti 50 orang fasilitator daerah (fasda) untuk pembelajaran jenjang SMP/MTs dari enam daerah kabupaten/kota mitra USAID PRIORITAS di Jawa Barat. Koordinator USAID Prioritas Jabar, Erna Irnawati dalam rilisnya, Senin (28/3), menyampaikan, sekolah telah menunjukkan kemajuan proses pembelajaran dan budaya membaca, ditambah kinerja guru dan siswa telah menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

“Akan tetapi, belum banyak karya tulis siswa yang orisinal, panjang, dan teliti. Karya siswa yang panjang berupa laporan, narasi, cerita, dan semacamnya masih relatif sedikit. Karya siswa yang teliti berupa tulisan yang terstruktur sesuai jenis tulisan dan mutu isinya sesuai tingkat kelas masih perlu didorong,” katanya.

Menurutnya, pelatihan paket tiga berfokus pada literasi yakni kemampuan membaca dan menulis yang pada akhirnya akan menghasilkan karya siswa orisinal. Maka guru perlu didorong untuk lebih kreatif, sehingga strategi pembelajaran lebih bervariasi untuk memberi kesempatan siswa membaca dalam proses pembelajaran, dan lebih intensif memeriksa pemahaman murid dalam membaca.

“Siswa kemudian didorong untuk mampu menulis dengan pikiran sendiri dan melahirkan karya tulis yang panjang, teliti, dan menarik,” terangnya.

Dalam pelatihan selama empat hari di Cirebon itu kata Erna, peserta berlatih melakukan penilaian autentik, mengembangkan matematika dalam kehidupan, mendorong keterampilan informasi (Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS), mengembangkan membaca ekstensif (Bahasa Inggris), dan portofolio. Lalu, seluruh peserta melakukan praktik mengajar di SMPN 1 Plered dan MTsN 2 Cirebon, untuk mencoba strategi pembelajaran yang mendorong keterampilan literasi.

Sementara staf USAID Prioritas ahli pembelajaran jenjang SMP/MTs, Yeti Heryati menambahkan, bahwa konsep tersebut penting dilakukan sehingga fokus pelatihan pada literasi bisa diterapkan. Sejauh ini, para guru masih kurang mampu memantik kreativitas dan menggali potensi siswa.

“Pelatihan ini menjadi masukan penting bagi para guru, bahkan dosen untuk mengembangkan program pembelajaran/perkuliahan yang kondusif bagi siswa/mahasiswa mengembangkan keterampilan informasi dan literasi,” pungkasnya.(andri/rls)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com