Gay Kuningan Lebih Berani di Medsos

KUNINGAN (MASS)- Pasca pemberitaan adanya komunitas gay di Kuningan, banyak reaksi dari masyarkat dan semua mengecam keras adanya komunitas tersebut. Mereka meminta pemerintah turun tangan agar Kuningan tidak terkena bencana, sehingga komunitas gay harus diamankan.

Meski di masyarakat umum mereka tidak memperlihatkan secara terbuka. Ternyata di dunia maya aksi mereka lebih berani dan mereka pun punya beberapa grup di  medsos. Bahkan, mereka tidak sungkan-sungkan berbagai nomor ponsel dan foto-foto kegiatan mereka.

kuninganmass.com sendiri melacak keberadaan salah grup di medsos. Ternyata komunikasi di grup itu berjalan inten. Bahkan salah anggota membuat status di beranda grup. Ia mengatakan,   grup menjadi sepi pasca ada pemberitaan komunitas gay di Kuningan.

Tenyata grup di medsos pengikutnya cukup banyak. Dan mereka kebanyakan anak muda dari berbagai kecamatan yang ada di Kuningan. Dalam status yang diunggah mereka sudah tidak punya rasa malu dalam mengajak pasangan untuk melakukan hubungan terlarang.

“Iya ada grup di medsos dan kami sudah tahu, tapi mereka selalu menyangkal. Mereka juga punya grup privat sehingga aman hingga saat ini,” jelas Asep Papay, yang tergabung pada komunitas Warga Peduli AIDS, Sabtu (13/10/2018).

Sekedar informasi jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Kuningan setiap bulan terus meningkat. Pada semester satu tahun 2018 sudah bertambah 41 orang.

Jumlah itu dengan rincian 20 HIV dan 21 AIDS. Apabila dijumlah dari sejak pertama kali ditemukan di Kuningan pada tahun 2004 maka totalnya adalah 385 orang.

Dari data Bagian Kesra Setda Kuningan dari tahun 2004-2017 kasus HIV ada 249 orang. Sedangkan AIDS 188 kasus. Hingga saat ini 344 orang dinyatakan masih hidup dan 93 orang telah meningal dan pada tahun 2018 hingga Juni bertambah 41 kasus.

Ternyata gay atau laki suka laki merupakan salah satu penyumbang kasus HIV tertinggi di Kuningan. Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak. (agus)

 

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com