Bincang Soal Hantu dan Mistis, Anda Percaya ?

KUNINGAN (MASS) – Wawancara di bawah ini dilakukan kuninganmass.com pada beberapa anggota yang tergabung dalam komunitas Fotografer Hantu Kuningan (FHK).

Karena kelimanya adalah anggota komunitas mistis, maka jawaban mereka bukanlah hasil survey yang acak dan merata, serta bukan menjadi gambaran dari keseluruhan masyarakat Kuningan.

Adapun anggota komunitas yang berhasil diwawancarai kuninganmass.com itu berjumlah 5 orang. Saat janji temu di waktu yang telah ditentukan, anggota lainnya terpaksa tidak bisa ikut hadir karena beberapa alasan.

Kelima anggota tersebut adalah Agi Septiawan (20), lelaki asal Kuningan Kota yang kini menyandang status Mahasiswa. Orang kedua adalah Muhamad Rizki Sopandi (17), remaja lelaki yang satu ini masih pelajar dan sama-sama dari Kuningan Kota.

Begitu juga dengan Didin Rosidin (20), warga Kuningan yang kini tengah bekerja. Lalu pelajar lainnya adalah Teddy Setiawan (18). Dan terakhir adalah Azi Fauzi, pekerja yang juga berasal dari Kuningan kota.

Adapaun pertanyaan yang diajukan pada kelimanya adalah berikut :

Percaya gak sih sama hal mistis?

Sebelum masuk komunitas, pernah mengalami hal spiritual?

Sejak kapan masuk komunitas dan apa alasannya ?

Di komunitas itu kan ada kegiatan explore dan uji nyali di tempat yang dianggap angker dan malam hari. Perjalanan dimana dan apa yang paling diingat?

Pernah Ketemu Hantu?

Jika ya, Hantu seperti apa yang pernah ditemui?

Menurutmu, hal mistis dan makhluk gaib ada dimana saja?

Kelimanya mengaku percaya pada hal mistis. Bahkan, beberapa mengaku sempat mengalami atau merasakan hal gaib sebelum bergabung dengan komunitas.

Semuanya, beralasan masuk komunitas adalah cara menyalurkan rasa penasaran dengan hal mistis.

Namun hal yang berbeda mereka ceritakan perjalanan explore dan uji nyali dimana saja yang berkesan.

Agi misalnya, memilih perjalanan tim di pemakaman yang berada di Ciniru sebagai tempat palig diingatnya.

“Soalnya kerasukan sampe dua orang. Dan yang satu itu, kerasukan beberapa kali. Udah ‘dikeluarin’ ada lagi, ada lagi,” begitu jawabannya yang membuat ringkuh.

Hal itu diperkuat anggota lainnya, Rizki Sopandi. Keduanya menceritakan hal yang sama, perjalanan itu dianggap ‘memorable’ karena ternyata salah satu anggotanya yang perempuan, dianggap berpakaian terlalu minim, sehingga ‘penunggu’ kurang suka.

Namun Didin dan Teddy tidak demikian. Mereka memilih perjalanan ke pemakaman yang seringkali disebut ‘makam cina’ di Jalan Baru Ir Soekarno-Hatta.

Selain karena banyaknya ‘penampakan’ yang dilihatnya, ada juga ‘benda’ yang tiba-tiba didapat.

Sedangkan Azi, menjawab hal berbeda. Baginya, perjalanan uji nyali di sebuah gudang di sekitaran Kuningan Kota adalah yang paling dingatnya. Pasalnya, di gudang tersebut dirinya mengaku, seperti melihat makhluk yang tidak lazim.

“Bawahnya manusia, tapi kepalanya anjing,” jelasnya.

Karena hal mistis ini bukalah konsumsi yang umum, maka harus dipertegas kembali bahwa jawaban-jawaban dari para narasumber ini sangat subjektif dan menurut persespsinya masing-masing.

Bisa saja benar dan bisa juga salah. Wawancara ini dilakukan di Taman Dahlia ada Rabu, (29/11/2020) siang hari. (eki)