Begini Ceritanya Bupati Acep Umroh Pas Cibingbin Dilanda Banjir Bandang

KUNINGAN (Mass) – Bupati H Acep Purnama MH berangkat ke tanah suci untuk beribadah umroh. Keberangkatan orang nomor satu di kota kuda itu dilangsungkan tadi pagi (24/1/2017) di Pendopo sekitar pukul 09.00. Umroh tersebut berbarengan bencana banjir bandang di Cibingbin namun dibantah jika itu merupakan upaya meninggalkan korban bencana.
“Bukan berarti meninggalkan korban bencana banjir bandang di Cibingbin. Tapi agenda umroh pak bupati itu memang sudah direncanakan sebelumnya,” jelas Kabag Humas Setda, Wahyu Hidayah MSi kala dikonfirmasi.
Ia menceritakan, Acep sedianya berangkat Minggu (22/1/2017) pagi lalu. Tapi tiba-tiba agenda keberangkatannya mengalami penundaan sesuai informasi terbaru dari pihak biro perjalanan umroh. Sore harinya, sambung Wahyu, Acep menerima informasi warga Cibingbin dilanda bencana banjir bandang.   
“Mungkin sudah kehendak Allah SWT keberangkatan pak bupati mengalami pengunduran. Ternyata memang bapak harus ke Cibingbin untuk mengatasi bencana yang menimpa masyarakat di sana. Saat itu juga beliau langsung bergegas ke lokasi guna melihat kondisi rakyatnya yang ditimpa musibah,” tutur Wahyu yang pada malam itu ikut serta mendampingi Acep.
Di tengah guyuran hujan, sambung Wahyu, Acep melakukan kunjungan ke 7 desa yang dilanda musibah. Ia melihat persis bagaimana pimpinannya basah kuyup saking ingin menyapa rakyatnya. Itu dilakukan hingga malam hari sehingga baru tiba di Pendopo sekitar pukul 02.00 dini hari.
“Esok harinya (Senin, red) beliau kembali ke Cibingbin. Meskipun di Pendopo ada tamu dari Dirjen Otda tapi beliau lebih mementingkan masyarakat. Pak bupati di lokasi sampai sore hari baru kembali ke Pendopo,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, kata Wahyu, Acep melaksanakan rakor terbatas. Ia mengintruksikan berbagai hal terkait penanganan bencana di Cibingbin. Termasuk melakukan apel koordinasi dengan TNI/POLRI serta SKPD terkait guna mengatasi bencana.
“Jadi tadi itu beliau berangkat umroh tapi sudah memberikan intruksi agar kesulitan masyarakat Cibingbin segera diatasi. Sewaktu pelepasan di Pendopo tadi pun pak bupati meneteskan air mata karena merasa berat untuk meninggalkan Kuningan. Tapi karena sudah direncanakan dan konteksnya ibadah, dengan berat hati beliau berangkat karena memang sudah panggilan dari Allah SWT,” jelasnya.
Ia menegaskan kembali, umroh merupakan kegiatan ibadah dan sudah direncanakan beberapa tahun sebelumnya. Izin Cuti Umroh Bupati Kuningan telah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri (ditandatangani an Menteri Dalam Negeri oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah) berdasarkan Surat Izin No 855/356/OTDA tanggal 19 Januari 2017 tentang Izin ke Luar Negeri dengan Alasan Penting (untuk melaksanakan ibadah umroh).
 
“Pada saat pelepasan pemberangkatan beliau menitipkan kepada pak wabup, pak sekda dan kepala SKPD untuk menjalankan roda pemerintahan dan penanggulangan bencana. Beliau akan berdoa di tanah suci mengingat di sana segala doa lebih mustajab untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kuningan, amiin,” pungkas Wahyu. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com